HOSPITALS
KASIH IBU HOSPITAL
DENPASAR
KASIH IBU HOSPITAL
KEDONGANAN

OUR CLINICS

KASIH IBU
MEDICAL CENTRE
SIMPANG ENAM
KASIH IBU
MEDICAL CENTRE
JIMBARAN
KASIH IBU
MEDICAL CENTRE
BELITON
RUMAH BERSALIN KASIH IBU
DALUNG


FIND A DOCTOR

Are you looking for a doctor in specialized care? Are you interested in finding a new doctor click here


CONTACT US

Kasih Ibu Hospital
Jl. Teuku Umar 120 Denpasar
Bali, Indonesia 80114

Phone : +62 361 223036
SMS Centre: +62 81 74 75 8000

Email : alarmcentre@kasihibuhospital.com
Enquiry : marketing@kasihibuhospital.com


FEEDBACK

"Thanks for your excellent services.
Your doctor and suster are honestly
and pasion"
Ika Nursila & Adi Nugraha
send us your feedback


CAREER OPPORTUNITY

Don't miss this great opportunity
to start building your career today,
where your skills and talent
can make a difference. click here

 

 

 

Medical Information
     
 
PENYEBAB
 
Penyebab yang pasti tidak diketahui, apakah terdapat hiperaktivitas pada rantai sistem saraf simpatis sebagai pengendali pembentukan keringat atau hiperaktivitas pada kelenjar keringatnya sendiri.
     
 
Umumnya keringat diproduksi karena rangsang panas/suhu disekitar. Hal ini dilakukan tubuh sebagai mekanisme pertahanan tubuh untuk mempertahankan kelembaban kulit. Selain itu, keringat juga dapat diproduksi akibat adanya rangsangan emosi seperti rasa takut atau gugup. Dengan kata lain, faktor yang dapat mempengaruhi produksi keringat meliputi faktor lingkungan (suhu) serta faktor internal (yang ada pada individu itu sendiri).
 
     
 
Beberapa hal yang menyebabkan seseorang mengeluarkan keringat yang berlebihan:
 
     
 
Makanan atau minuman tertentu.
 
Minuman panas dan minuman yang mengandung kafein atau alkohol bisa membuat kita berkeringat. Makanan pedas juga bisa menyebabkan berkeringat.
     
 
Obat-obatan.
 
Beberapa anti-psikosa yang digunakan untuk mengobati kelainan jiwa, Morfin, Tiroksin dosis tinggi, Overdosis obat pereda nyeri (misalnya aspirin dan asetaminofin).
     
 
Menopause.
 
Wanita yang memasuki masa menopause bisa mengalami hot flashes, dimana terjadi peningkatan suhu kulit yang disertai dengan keringat dan kegerahan. Hal ini terjadi karena adanya penurunan kadar estrogen. Beberapa wanita menopause bahkan sering terbangun pada malam hari karena pakaiannya basah oleh keringat
     
 
Hipoglikemia
 
Kadar gula darah yang rendah sering dijumpai pada penderita diabetes yang mengkonsumsi insulin atau obat anti-diabetes-oral. Gejala awalnya adalah berkeringat, badan gemetaran, lemah, lapar dan mual. Hipoglikemia juga bisa terjadi setelah makan, terutama pada orang-orang yang telah menjalani pembedahan lambung atau usus.
     
 
Hipertiroidisme
 
Kadang kelenjar tiroid menghasilkan sejumlah besar hormon tiroksin. Hal ini bsa menyebabkan penurunan berat badan, denyut jantung yang cepat atau tidak teratur, gelisah, peningkatan kepekaan terhadap panas dan keringat yang berlebihan.
     
 
Serangan jantung
 
Serangan jantung terjadi jika aliran darah ke otot jantung berkurang. Gejalanya adalah nyeri dada yang menyebar ke bahu, lengan atau punggung, sesak nafas dan keringat berlebihan
     
 
Tuberkulosis.
 
Salah satu gejala tuberkulosis adalah berkeringat di malam hari.
     
 
Malaria
 
Gejala malaria berhubungan dengan siklus hidup parasit penyebabnya. Pada awalnya penderita menggigil, sakit kapala, mual dan muntah; ketika suhu tubuh mulai turun, akan keluar banyak keringat
     
 
GEJALA
 
Penderita mengeluarkan keringat yang berlebihan, yang bisa menghambat aktivitasnya sehari-hari. Hal ini kadang dipicu oleh stres, emosi atau olah raga, tetapi juga bisa terjadi secara spontan. Pada hiperhidrosis palmaris, tangan penderita lembab dan basah. Hal ini menimbulkan masalah sosial karena setiap mereka bersalaman akan menyebabkan telapak tangan lawannya juga basah. Pada hiperhidrosis aksilaris, penderita banyak mengeluarkan keringat di ketiaknya sehingga harus sering berganti pakaian. Pada hiperhidrosis plantaris, keringat yang berlebihan di kaki menyebabkan kaos kaki dan sepatu menjadi lembab dan timbul bau yang tidak sedap (bromhidrosis), karena adanya bakteri atau jamur di kulit yang basah. Bagian tubuh yang mengalami hiperhidrosis sering berwarna merah muda atau putih kebiruan, dan pada kasus yang lebih parah kulit dapat pecah-pecah dan bersisik, terutama pada kaki.
     
 
Keringat yang berlebihan pada telapak tangan, telapak kaki atau ketiak dapat dikurangi dengan larutan alumunium klorida.
 
Pada malam hari sebelum tidur, daerah yang terkena dikeringkan terlebih dahulu lalu diolesi dengan larutan aluminium klorida dan ditutup dengan plastik tipis. Keesokan harinya plastik dilepas dan daerah yang terkena dicuci. Bisa juga digunakan larutan metenamin. Antiperspiran yang dijual bebas juga bisa mengurangi keringat yang berlebihan. Antiperspiran bekerja dengan cara menghambat saluran keringat dengan garam aluminium sehingga keringat yang sampai ke permukaan kulit jumlahnya berkurang. Jika hiperhidrosis tidak dapat diatasi dengan obat yang dijual bebas, biasanya akan diberikan resep drisol. Untuk kasus yang lebih berat dilakukan pengobatan berikut: • Iontoforesis. Dilakukan perangsangan dengan arus listrik pada daerah yang terkena. Dengan cara ini kelenjar keringat dilumpuhkan dan pembentukan keringat akan berkurang selama 6 jam smpai 1 minggu. • Suntikan Botox (racun Botulinum). Racun ini mempengaruhi ujung saraf dan menyebabkan berkurangnya pengiriman gelombang saraf ke kelenjar keringat sehingga mengurangi pembentukan keringat. Biasanya penyuntikan harus dilakukan beberapa kali dan masa efektivitasnya berlaku selama 1-6 bulan. • Pembedahan. Jika keringat berlebihan hanya terjadi di ketiak, bisa dilakukan pengangkatan kelenjar keringat di ketiak. Prosedur lainnya adalah memotong saraf yang membawa pesan dari saraf simpatis ke kelenjar keringat (ETS, endoscopic thoracic sympathectomy, simpatektomi torakalis endoskopik). Setelah prosedur ETS pembentukan keringat di tangan akan terhenti tetapi di bagian tubuh lainnya bisa terjadi peningkatan pembentukan keringat (misalnya di punggung atau di belakang tungkai).

 
 

Copyright © 2009 Kasih Ibu Hospital

Patient Safety and Service Excellence Is Our Priority